Senin, 01 Maret 2010

Kreasi Foto Hitam Putih

Jika Anda punya foto yang tampak biasa-biasa saja, mungkin karena warnanya terlalu umum. Bagaimana kalau foto itu diubah saja menjadi format hitam-putih? Jika penanganannya tepat, foto itu akan tampak lebih artistik. Dalam latihan kali ini, kita akan belajar bagaimana mengubah foto berwarna menjadi hitam putih dan kemudian mensettingnya sampai muncul kesan artistik pada foto itu.
Carilah sebuah foto yang akan diubah ke dalam format hitam-putih. Pada contoh ini

Gambar Latihan
: Gambar pemandangan ini akan kita ubah ke dalam format hitam putih. 
Sebenarnya cukup gampang mengubah foto berwarna ke hitam putih. Tinggal klik Image > Mode > Grayscale. Klik OK jika Anda disodori pertanyaan ”Discard Color Information”. Foto Anda akan langsung menjadi hitam putih.


Hitam Putih: Setelah diganti dengan mode Grayscale, secara otomatis gambar berubah menjadi hitam putih.
Tentu, teknik ini sangat mudah dan hasilnya belum tentu memuaskan. Anda harus melakukan langkah-langkah tambahan untuk mempercantik foto. 
Pertama kali, klik menu Image > Adjustments > Level. Sesampainya Anda di dalam jendela Level, masukkan setting berikut ini pada kotak Input Levels: 50, 1.40, 200. Setting level ini akan membuat kontras warna hitam putih semakin lebih tinggi lagi. Dengan begitu, detail gambar bisa lebih diciptakan. Coba Anda perhatikan gambar yang tersaji berikut ini.

Lebih Kontras: Perintah Level dipakai untuk meningkatkan kontras antara warna gelap dan terang.
Setelah itu, kita bermain-main dengan warna sangat terang. Sebelum itu, kita akan menduplikasi gambar ini menjadi layer baru. Klik menu Layer > Duplicate Layer. Kini, Anda punya layer ”Background Copy”. Kalau sudah, tekan menu Image > Adjustments > Threshold. Masukkan angka 60 kedalam Threshold Level.

Teknik Threshold: Teknik ini kita pakai untuk mendapatkan kontras yang lebih tinggi lagi.
Untuk mendapatkan hasil akhir, kita ubah blending option Layer “Background Copy” dari Normal menuju  Overlay. Beginilah hasilnya.

Pengubahan Blending Mode: Beginilah hasilnya setelah blending mode kita ubah ke Overlay
 Setelah itu, set Opacity dengan angka 60. Kini, hasilnya lebih artistik.

Hasil Akhir: Setelah diberi polesan-polesanefek, foto yang tampak biasa sekarang bisa menjadi lebih artistik lagi.
Readmore »

Sabtu, 27 Februari 2010

Shortcut Photoshop

Bermain-main dengan photoshop memang sangat menyenangkan. Interfacenya sangat mudah digunakan dan memiliki fungsi-fungsi pengolahan gambar yang lengkap. Anda dapat lebih meningkatkan efisiensi dalam menggunakan aplikasi adobe photoshop ini dengan menggunakan shortcut perintah dalam melakukan manipulasi pada gambar.
Dengan menggunakan shortcut, perintah-perintah ataupun penggunaan tool-tool dalam photoshop dapat lebih cepat diakses daripada menggunakan klik mouse.
Berikut ini adalah daftar tombol shortcut penting dalam adobe photoshop :

Tombol perintah untuk memilih tools :

Tombol Shortcut

Fungsi

M
Rectangular Marquee tool
Elliptical Marquee tool

W
Magic Wand tool

V
Move tool

L
Lasso tool
Polygonal Lasso tool
Magnetic Lasso tool

B
Brush tool
Pencil tool
Color Replacement tool

J
Spot Healing Brush tool
Healing Brush tool
Patch tool
Red Eye tool

C
Crop tool

K
Slice tool
Slice Select tool

S
Clone Stamp tool
Pattern Stamp tool

Y
History Brush tool
Art History Brush tool

E
Eraser tool
Background Eraser tool
Magic Eraser tool

G
Gradient tool
Paint Bucket tool

R
Blur tool
Sharpen tool
Smudge tool

O
Dodge tool
Burn tool
Sponge tool

A
Path Selection tool
Direct Selection tool

T
Horizontal Type tool
Vertical Type tool
Horizontal Type mask tool
Vertical Type mask tool

P
Pen tool
Freeform Pen tool

U
Rectangle tool
Rounded Rectangle tool
Ellipse tool
Polygon tool
Line tool
Custom Shape tool

N
Notes tool
Audio Annotation tool

I
Eyedropper tool
Color Sampler tool
Measure tool

H
Hand tool

Z
Zoom tool

Untuk memilih tool lain dalam satu sub tool, gunakan tombol shift bersamaan dengan tombol perintah tools yang bersangkutan.
Contoh : tool aktif saat ini Rectangular Marquee tool, dan anda ingin memlih / mengganti ke tool (dalam sub tool yang sama) Elliptical Marquee tool, maka anda hanya perlu menekan tombol Shift + M.
Tombol Perintah Dalam Menampilkan Gambar

Tombol Shortcut

Fungsi

Control + Tab
Berpindah antar dokumen yang terbuka

Shift-Control-W
Menutup dokumen aktif dan menjalankan Adobe Bridge

Q
Mangubah mode standar ke mode mask dan sebaliknya

F
Mengubah mode layar standar, penuh layar, dan mode penuh layar dengan menu bar.

Control + Shift + M
Membuka / mengedit dokumen aktif di Adobe Image Ready

Double-click Hand tool
Menampilkan dokumen dalam ukuran yang sama dengan ukuran jendela dokumen.

Double-click zoom tool
Mengubah ukuran zoom menjadi 100%

Spacebar
Manggunakan Hand Tool

Alt + Scroll Mouse
Zoom In dan Zoom Out.

Spacebar-drag
Manggunakan Hand Tool dengan menggeser gambar

Page Up atau Page Down
Menggulung layar 1 halaman ke bawah atau 1 halaman ke atas.

Shift + Page Up or Page Down
Menggulung layar sebesar 10 unit

Home or End
Geser ke pojok kiri atas atau ke pojok kanan bawah dokumen

Tombol Perintah Untuk Menjalankan Menu :

Tombol Shortcut

Fungsi

Ctrl + Z
Undo dan Redo Perintah terakhir

Ctrl + Alt + Z
Menjalankan 1 perintah ( yang sebelumnya sudah dibatalkan) ke depan

Ctrl + Shift + Z
Membatalkan 1 perintah ke belakang

Shift + Ctrl + F
Fade (Mengatur tingkat

Shift + Ctrl + V
Paste Into (Memasukan dokumen / potongan dokumen dari clipboard ke dalam suatu seleksi.)

Shift + F5
Fill (mengisi seleksi dengan warna foreground)

Ctrl + T
Transform (mengubah bentuk / ukuran dokumen)

Ctrl + L
Level (mengatur exposure dokumen)

Shift + Ctrl + L
Auto Level (mengatur exposure dokumen secara otomatis)

Alt + Shift + Ctrl + L
Auto Contrast (mengatur kontras dokumen secara otomatis)

Shift + Ctrl + B
Auto Color (mengatur warna gambar secara otomatis)

Ctrl + M
Curves (mengatur exposure gambar)

Ctrl + B
Color Balance (mengatur kekuatan warna dokumen)

Ctrl + U
Hue / Saturation (mengatur warna dokumen atau daerah seleksi)

Shift + Ctrl + U
Desaturate (mengubah dokumen menjadi hitam-putih)

Ctrl + I
Invert (membalik warna dokumen)

Alt + Ctrl + I
Image Size

Alt + Ctrl + I
Canvas Size (mengatur layar kerja / kanvas dokumen. Hampir sama dengan tool crop)

Shift + Ctrl + N
Membuat layer baru.

Ctrl + J
Layer Via Copy ( menyalin layer atau seleksi layer ke layer baru)

Shift + Ctrl + J
Layer Via Cut ( menyalin layer atau seleksi layer ke layer baru, serta menghapus layer / seleksi lama.)

Ctrl + G
Group Layer (Menggabung beberapa layer menjadi satu grup layer)

Shift + Ctrl + G
Ungroup Layer (Memisahkan layer-layer yang sudah di grup menjadi layer-layer terpisah.)

Ctrl + E
Merge Layer ( Menggabung bberapa layer menjadi satu layer

Shift + Ctrl + E
Merge Visible (Mengabung layer-layer yang tidak disembunyikan)

Ctrl + A
Select All (Menyeleksi seluruh area kerja)

Ctrl + D
Deselect (Membatalkan seleksi)

Shift + Ctrl + D
Reselect (Menyeleksi kembali daerah yang diseleksi sebelumnya)

Shift + Ctrl + I
Inverse (Membalik daerah seleksi)

Alt + Ctrl + A
All Layers (Memilih semua layer yang tidak terkunci)

Ctrl + F
Last Filter (Menggunakan kembali filter yang digunakan terakhir)

Alt + Ctrl + X
Extract (Melakukan seleksi, untuk menghapus daerah yang tidak diinginkan pada dokumen secara cepat)

Shift + Ctrl + X
Liquify (Mengubah bentuk gambar, mengecilkan, membesarkan dan membuat lengkungan)

Alt + Shift + Ctrl + X
Pattern Maker (Membuat Pola dari daerah yang dipilih)

Ctrl + =
Zoom In

Ctrl + -
Zoom Out

Ctrl + 0
Fit On Screen

Alt + Ctrl + 0
Actual Pixels (Menampilkan gambar pada dimensi piksel yang sebenarnya)

Ctrl + ‘
Grid (Menampilkan Grid pada dokumen)

Ctrl + R
Ruler (Menampilkan Ruler pada bagian atas dan kiri dokumen)

F5
Brushes (Pengaturan tool brush lengkap)

F9
Actions (Menampilkan Palet Action)

F6
Color (Menampilkan Palet Color)

F8
Info (Menampilkan Palet Info)

F7
Layer (Menampilkan Palet Layer)

F1
Help ((Menampilkan Menu Pertolongan)
Referensi :
Adobe Photoshop CS Help
Readmore »

Sejarah Photoshop

Photoshop mulai dikembangkan pada tahun 1987 oleh kakak beradik Thomas dan John Knoll. Sedangkan Versi 1 dirilis oleh Adobe pada tahun 1990. Awalnya photoshop diberi nama "Knoll Software" yang dirilis sebelum kerjasama dengan Adobe resmi dibuat. Ukuran photoshop versi pertama ini berukuran 1.4 MB.
Pada awalnya photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis kertas, berbeda dengan versi sekarang yang dapat digunakan untuk produksi gambar pada web. Beberapa versi terakhir juga mulai menambahkan aplikasi Adobe ImageReady.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan ”authoring” buatan-Adobe lainnya. File format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan dari Adobe ImageReady, Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, Adobe After EffectsAfter Effects dan Adobe Encore DVD untuk membuat DVD profesional, menyediakan penyuntingan gambar non-”linear” dan layanan ‘’special effect” seperti ”background”, ”tekstur”, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film, dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat digunakan untuk membuat menu dan tombol button DVD.
Photoshop dapat menerima penggunaan beberapa model warna yaitu :

RGB color model
Lab color model
CMYK color model
Grayscale
binary imageBitmap
Duotone

Versi terbarunya, yang dirilis pada tahun 2005, adalah versi 9. Program ini dipasarkan dengan nama “Photoshop CS2. CS merefleksikan integrasi produk Photoshop dengan aplikasi Adobe Creative SuiteCreative Suite buatan Adobe dan disebut “2″ karena program ini adalah versi rilis ke-2 sejak Adobe mengintegrasikan kedua produknya. Ada beberapa pada tambahan pada Photoshop CS2 seperti multiple layer selecting dan warp,” versi kurva dari transform tool dan ”color replacment tool”, yang sebelumnya hadir sebagai ”plug-in’
Untuk para penggemar fotografi, Adobe menyediakan filter “reduce grain” (mengurangi grain) yang dapat membantu mengoptimalkan foto yang diambil pada kondisi kekurangan cahaya. Untuk “memperjelas” perbedaan produk CS dengan produk-produk Photoshop sebelumnya, Adobe menghilangkan lambang mata Photshop, yang dipresentasikan dalam bentuk yang berbeda-beda sejak versi 3 sampai versi 7. Photshop CS dan CS2 kini menggunakan bulu sebagai ikon dan bentuk identifikasi.
Versi beta Photoshop CS3 telah dirilis untuk pengguna CS2 pada tanggal 15 Desember 2006.
Berbeda dengan Photoshop CS dan CS2 yang menggunakan bulu sebagai logonya, Logo untuk edisi ketiga ini berbentuk tipografi, dengan huruf ‘Ps’ berwarna putih dan berlatar belakang biru-gradien. Versi terakhirnya dilengkapi dengan ”Adobe Camera RAW”, sebuah plugin yang dikembangkan oleh Thomas Knoll yang dapat membaca beberapa format file RAW dari kamera digital dan mengimpornya langsung ke Photoshop. Versi awal RAW plugin ini juga tersedia untuk Photoshop 7.0.1 dengan tambahan biaya $99 USD.
Secara Photoshop adalah sebuah program penyunting gambar standar industri yang ditujukan untuk para profesional raster grafik, harga yang ditawarkan pun cukup tinggi kira-kira US$600. Keadaan ini memancing beberapa programer untuk merancang peralatan grafik (graphics tools) dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk menghadapi persaingan ini, dan untuk menghadapi pembajakan produknya, Adobe memperkenalkan Photoshop Elements, sebuah versi lain dari Photoshop yang lebih minimalis, dengan harga terjangkau; di bawah US$100. Produk ini ditujukan untuk pengguna rumahan dan menghilangkan beberapa fitur profesional.
Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain.
Photoshop juga memiliki beberapa format file khas .PSD (”Photoshop Document”) format yang menyimpan gambar dalam bentuk ”layer”, termasuk teks, ”mask”, ”opacity”, ”blend mode”, channel warna, channel alpha, ”clipping paths”, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.* ”.PSB” adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 gigabitaGB* ”.PDD”’ adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.
Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain. Photoshop juga memiliki beberapa format file khas:*”.PSD” (”Photoshop Document”) format yang menyimpan gambar dalam bentuk ”layer”, termasuk teks, ”mask”, ”opacity”, ”blend mode”, channel warna, channel alpha, ”clipping paths”, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.* ”’.PSB”” adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 gigabitaGB* ”.PDD” adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.

Dampak terhadap industri

Pengembangan manipulasi gambar digital banyak mempengaruhi industri fotografi. Pengembangan tersebut menciptakan seni pengolah gambar (photo retouching) dan mengubah cara kerja: produk yang biasanya hanya dapat diciptakan oleh fotografer profesional selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, kini dapat diproduksi oleh seniman amatir sekalipun. Manipulasi gambar digital telah menyumbang begitu banyak hal kepada dunia fotografi dengan memungkinkan manipulasi yang awalnya sulit atau bahkan tak mungkin. Photoshop berperan besar dalam perkembangan dunia digital saat ini.
Pada masa revolusi fotografi digital di tahun 90-an, Photoshop menjadi standar di dunia industri. Banyak fotografer yang menggunakan program ini untuk mengoptimalkan hasil akhir foto yang mereka ciptakan.
Dengan kehadiran tablet grafik, terutama dari Wacom, program seperti Adobe Photoshop dan Corel Painter semakin dibutuhkan untuk menciptakan gambar orisinal. Dengan menggunakan ”pressure sensitive” tablet dapat meningkatkan efek ”paint brush”, ”eraser”, atau tool lainnya. ”Tablet” digunakan secara global oleh para ilustrator komik profesional, arsitek, seniman studio, dan lainnya. Bahkan Industrial Light and Magic (ILM), perusahaan spesial efek yang berperan dalam produksi film (Star Wars), menggunakan tablet yang dikombinasikan dengan Photoshop untuk mengoptimalkan hasil-produksinya.

Dalam hal Kebudayaan

Kata Photoshopping muncul sebagai sebuah neologisme, yang berarti “menyunting sebuah gambar”, meskipun pengolahan gambar itu sendiri tidak menggunakan Photoshop sebagai programnya ”Photoshopping” gambar untuk tujuan humor menjadi populer dikalangan anggota beberapa website seperti Something Awful dan Fark. Kontes Photoshop juga menjadi sebuah tradisi bagi para pengguna software ini.
Muncul juga istilah “Photoshop abis!” yang terkadang digunakan juga untuk “merendahkan” suatu gambar yang terlalu banyak diolah, sehingga berbeda jauh dari gambar aslinya


Berikut ini merupakan cuplikan video yang menayangkan photoshop versi 1.0.7 dengan Apple sebagai sistem operasi yang digunakan


Happy 20th anniversary to Photoshop! from Giovanni Antico on Vimeo.
Readmore »